“Kilas Balik Ideologi Negara Kita Tanah Air Indonesia”

Peringatan Hari Lahir Pancasila

1 Juni 2021

       Badan Penyelidikan Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) mengadakan sidang pertama dari 29 Mei hingga 1 Juni 1945. Rapat tersebut dilakukan di Gedung Chuo Sangi In yang sekarang dikenal dengan sebutan Gedung Pancasila.

       Pada zaman Belanda, gedung itu digunakan sebagai gedung Volksraaf atau Perwakilan Rakyat. Rapat tersebut tidak menemukan titik terang. Soekarno mendapat giliran untuk menyampaikan gagasan pada 1 Juni 1945. Gagasan yang disampaikan Soekarno tentang dasar negara Indonesia merdeka, dinamakan Pancasila. Pidato Soekarno tersebut berisi Lahirnya Pancasila.
       Pidato tanpa persiapan tertulis itu diterima secara aklamasi oleh segenap anggota BPUPKI. BPUPKI membentuk panitia kecil untuk merumuskan dan menyusun Undang-Undang Dasar yang berpedoman pada pidato Bung Karno tersebut. Panitia Sembilan terdiri dari dari:

  1. Soekarno
  2. Mohammad Hatta
  3. Mr. AA Maramis
  4. Abikoesno Tjokrosoejoso
  5. Abdul Kahar Muzakir
  6. Agus Salim
  7. Achmad Soebardjo
  8. Wahid Hasjim
  9. Mohammad Yamin

       Panitia Sembilan merumuskan kembali Pancasila sebagai Dasar Negara berdasarkan pidato yang diucapkan Soekarno pada 1 Juni 1945 dan Panitia 9 merumuskan naskah Rancangan Pembukaan UUD dan menjadikannya teks untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Pada 18 Agustus 1945 (sidang PPKI 1) rumusan Pancasila tersebut dinyatakan sah sebagai dasar negara Indonesia.

       Pada tahun 1970, pemerintah orde baru melalui Kopkamtib (Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban), melarang peringatan Hari Lahir Pancasila. Aturan ini terbentuk disebut-sebut adalah upaya pemerintah untuk menyingkirkan Soekarno dari ingatan rakyat dan sejarah Indonesia. Kemudian pada Mei 1978 tepatnya 1 Juni, Hari Pancasila kembali diperbolehkan untuk diperingati. Hingga akhirnya terdapat Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016 Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sehingga Hari Lahir Pancasila ditetapkan sebagai hari libur nasional mulai tahun 2017.

       Namun sebelum adanya Pancasila yang kita ketahui di masa sekarang ini sebenarnya pancasila telah melalui perubahan berkali-kali. Berikut perubahan perubahan pancasila yang dilakukan oleh Tokoh perumusan Pancasila:

29 Mei 1945 diusulkan oleh Mohammad Yamin:

  1. Peri Kebangsaan
  2. Peri Ketuhanan
  3. Peri Kemanusiaan
  4. Peri Kerakyatan
  5. Kesejahteraan Rakyat

31 Mei 1945 diusulkan oleh Soepomo:

  1. Persatuan
  2. Kekeluargaan
  3. Keseimbangan lahir dan batin
  4. Musyawarah
  5. Keadilan rakyat

1 Juni 1945, Soekarno menyampaikan pidato yang berisi gagasan tentang dasar negara.

Ir. Soekarno memberikan tiga usulan untuk dijadikan dasar negara, yakni Pancasila, Trisila, dan Ekasila.

Rumusan “Ekasila” yang diusulkan Ir Soekarno berbunyi:

– Gotong – royong

Rumusan “Trisila” yang diusulkan Ir. Soekarno berbunyi:

– Sosio-nasionalisme

– Sosio-demokratis

– Ke-Tuhanan

Tetapi, pada akhirnya dasar negara yang dipilih adalah “Pancasila”.

Lima poin rumusan Pancasila yang diusulkan Ir. Soekarno berbunyi:

1. Kebangsaan Indonesia

2. Internasionalisme atau perikemanusiaan

3. Mufakat atau demokrasi

4. Kesejahteraan sosial

5. Ketuhanan Yang Maha Esa

       Rumusan Pancasila sebagai dasar negara yang sah tercantum dalam UUD 1945 dan disahkan oleh PPKI pada 18 Agustus 1945. Rumusan dasar negara dalam pembukaan UUD 1945 terletak pada alinea keempat.

Berdasarkan instruksi yang dikeluarkan Presiden Republik Indonesia, yakni Instruksi No.12/1968 pada 13 April 1968, tata urutan dan rumusan Pancasila yang sah adalah:

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam pemusyawaratan/perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Melihat besarnya perjuangan tokoh-tokoh negara kita dalam membentuk ideologi negara yang cocok dan sesuai untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia, Kita seharusnya dapat menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila selain dari sebagai bentuk rasa penghargaan bagi para tokoh perumusan Pancasila atau pembela kemerdekaan Bangsa, masyarakat masa kini juga diharapkan dapat bertanggung jawab untuk mencerminkan nilai-nilai Pancasila melalui sikap dan perilaku seluruh masyarakat Indonesia.

Aku tidak mengatakan, bahwa aku menciptakan Pancasila. Apa yang kukerjakan hanyalah menggali jauh ke dalam bumi kami, tradisi-tradisi kami sendiri, dan aku menemukan lima butir mutiara yang indah”

 – Soekarno

Pancasila bukan agama, tidak bertentangan dengan agama dan tidak digunakan untuk menggantikan kedudukan agama”

– Gus Dur

Mencintai ideologi Negara Sendiri sama dengan Mencintai Diri Sendiri

SELAMAT MEMPERINGATI HARI LAHIR PANCASILA!!!

Sumber:

Sejarah dan Budaya Politik (2002) karya Satya

Tribunnews.com

Kompas.com

Pikiran-Rakyat.com


-by PMK STHB